Article posted at:
Mei 1, 2021

Minyak Rem Jarang Diganti, Jangan Sampai Teledor


Minyak rem adalah komponen yang seringkali dilupakan oleh pengguna motor. Sebab secara umum si pemilik justru lebih mementingkan mesin dan body motor. Namun sebenarnya, minyak rem tak boleh sampai dilupakan begitu saja. Alasannya karena salah satu bagian yang sangat penting pada motor. Dia bertugas menyalurkan dorongan piston kecil pada...

minyak rem

Minyak rem adalah komponen yang seringkali dilupakan oleh pengguna motor. Sebab secara umum si pemilik justru lebih mementingkan mesin dan body motor. Namun sebenarnya, minyak rem tak boleh sampai dilupakan begitu saja.

Alasannya karena salah satu bagian yang sangat penting pada motor. Dia bertugas menyalurkan dorongan piston kecil pada master rem serta mendorong piston pada kaliper. Tapi sayang, banyak sekali yang  melupakan hal ini serta akibatnya akan menjadi jarang atau bahkan tak pernah diganti.

Akibat Minyak Rem Jarang Diganti

Nah, jika kamu masih menyepelekan kegunaan minyak rem tersebut, maka akan ada akibat yang harus diterima.

Master Macet

Hal yang kemungkinan terjadi bila tidak segera diganti ialah master tak bisa berjalan sempurna atau macet. Biasanya hal ini terjadi lantaran sering melakukan hard braking ketika berkendara. Sehingga minyak rem bakal cepat mendidih serta menghasilkan uap yang bakal membuat adanya angin palsu dalam sistem hidrolik. Karena adanya angin palsu itu, sistem pengereman jadi tak terlalu pakem, jika sudah demikian nyawa menjadi taruhannya.

Tapi, bagaimana tanda-tanda minya rem harus segera diganti? Caranya mudah, sebab ada sejumlah gejala yang bakal muncul. Ciri pertama yang dapat kamu lihat ialah dengan melihat lewat lubang intip pada master rem. Nah, bila warnanya sudah terlalu keruh ataupun kecoklatan, itu merupakan tanda jika minyak rem itu pantas untuk dihabiskan serta selanjutnya diganti yang baru.

Motor Sulit Berhenti

Selanjutnya ciri-ciri kedua adalah motor sulit ketika akan berhenti. Biasanya saat kamu mengerem, rasanya seperti meng-loss serta bahkan tak ada respon samasekali. Hal itu terjadi lantaran adanya angin palsu yang telah dijelasan di atas. Oleh sebab itulah, sebaiknya kamu selalu rajin memeriksa kondisi minyak rem.

Rem Jadi Kurang Pakem

Selain tanda-tanda, penentuan pergantian dapat dilihat dari waktunya. Jadi, bila motor sudah dipakai selama 2 tahun, maka baiknya dikuras serta diganti dengan minyak rem yang baru.

Tapi, jika jangka waktu penggunaan belum mencapai 2 tahun namun telah menembus jarak sejauh 20.000km, minyak rem juga harus diganti. Kenapa 20.000km? karena dengan jarak sejauh itu, sebanyak 3 persen minyakrem akan tercampur dengan air, sehingga kurang bagus buat pengereman.

Bagaimana Bisa Minyak Rem Habis?

Pada prinsipnya, failure braking atau kegagalan sistem rem berfungsi bisa disebabkan berbagai faktor. Contohnya dari si driver itu sendiri atau mekanisme kerja piranti.

Nah, untuk pertama adalah yang paling banyak muncul. Bisa karena masa pakai telah habis atau kurangnya perawatan. Sehingga itu akan memantik minyak rem menjadi ‘otak’ pada mekanisme kerja remm menjadi berkurang.

Hal yang harus dicurigai kenapa minyak rem habis

Sil Master Rem

Posisi sil master rem berada didalam master rem dan berfungsi untuk menekan minyak rem supaya piston dapat menjepit brake pad. Jika bagian ini rusak atau aus maka pelumas rem akan rembes serta perangkat pengereman tak bekerja dengan maksimal.

Sebenarnya proses kerusakan ini dapat diamati, oleh sebab itu diperlukan keperdulian untuk selalu mengeceknya. Intinya adalah, bila tekanan dalam handle rem terasa lebih dalam ketimbang semestinya, kamu harus segera menggantinya dengan kil sil yang baru. Pada toko onderdil, peranti yang satu ini untuk motor bebek, kurang lebih 15 hingga 35 ribu rupiah.

Nipel dan Slang Master Rem

Bagian ini bisa dianalogikan menjadi jembatan penghubung antara master rem dan kaliper rem. Karena pengereman memiliki sistem hidrolik, jadi slang tersebut tidak boleh sampai sembarangan, artinya wajib tahan dengan tekanan dan panas.

Seiring masa pemakaian, slang menjadi getas atau justru mengembang. Bagaimana bisa slang menjadi getas? Sebab slang itu mendapatkan panas dan juga tekanan. Lama kelamaan daya fungsinya bakal berkurang, akan semakin parah jika piranti tersebut kurang perawatan serta kegunaan rem seringkali dipaksa untuk kerja berat. 

Jika sudah demikian, bukannya tak mungkin pada bagian slang bakal muncul retakan halus serta minyak rem ini bakal rembes. Oleh sebab itu, pada buka manual perawatan, pabrik menganjurkan supaya menggantinya tiap 10.000km.

Kampas Rem

Berfungsi untuk mencapit bibir piringan sehingga nanti putaran cakram akan tereduksi serta roda juga otomatis berhenti. Nah, pada proses kerja semacam ini [karena gesekan] yang berjalan continue, membuat permukaan pada kampas bakal semakin menipis atau habis.

Tapi sayangnya, kondisi kampas yang tanda tidak terdeteksi oleh sebagian orang. Artinya bahwa selain handle rem dapat ditarik serta laju kendaraan berkurang [meskipun kurang pakem] mereka belum juga segera mengganti kampas rem dengan yang baru.

Terlebih lagi dengan situasi seperti ini, kerja piston pada kaliber juga bertambah berat. Maksudnya adalah perlu tekanan yang kuat dari minyak rem. Otomatis harus mengisi pelumas dengan lebih banyak pada master supaya tekanan piston dalam kaliper selalu kuat.

Tidak sampai disitu saja, pelumas rem yang berguna untuk peredam panas ketika terjadi pengereman juga terpaksa bekerja keras pun akan ikut panas serta mendidih. Ujung-ujungnya justru membuat rem menjadi bagel atau yang lebih parah bisa menjadi blong.Nah, demikian penjelasan tentang akibat minyak rem tidak diganti dan bagaimana bisa kok bisa habis. Oleh sebab itu, mulai sekarang sebaiknya kamu lebih memperhatikan kondisi minyak rem dan jangan lupa menggantinya ketika sudah waktunya.