Article posted at:
Maret 31, 2021

Tanda-Tanda Oli Mesin Motor Harus Diganti


Penggantian oli mesin motor dibutuhkan demi menjaga keberlangsungan masa kerja mesin. Hal ini disebabkan oli yang menjadi pelumas utama di dalam mesin begitu dipengaruhi panas serta kerak yang muncul karena pembakaran. Apalagi kegunaan oli di kendaraan bermotor penting sekali. Selain menjadi pelumas utama, dia juga berguna meratakan panas mesin...

oli mesin

Penggantian oli mesin motor dibutuhkan demi menjaga keberlangsungan masa kerja mesin. Hal ini disebabkan oli yang menjadi pelumas utama di dalam mesin begitu dipengaruhi panas serta kerak yang muncul karena pembakaran. Apalagi kegunaan oli di kendaraan bermotor penting sekali. Selain menjadi pelumas utama, dia juga berguna meratakan panas mesin ke semua part mesin.

Mesin menghasilkan panas dan kerak saat busi membakar gas di dalam silinder. Kemudian sebagian kerak itu masuk ke dalam ruang engkol lewat celah ring piston. Hasilnya, oli bakal tercampur bersama kerak. Hal ini bakal merubah kualitas oli, sehingga baik fisik serta kemampuan oli untuk melumasi bakal ikut berubah, itulah kenapa oli dapat langsung berubah menjadi hitam serta lebih encer bila sudah terlalu lama.

Bila oli mesin rusak pada strukturnya, mesin bakal kehilangan masa lumasnya. Apalagi, tanpa adanya pelumas mesin tak akan bertahan terlalu lama, sehingga bagian mesin bakal cepat aus serta mesin menjadi cepat rusak.

Ciri-Ciri Oli Mesin Motor Harus Segera Diganti

Untuk kamu yang mengenali tanda-tanda berikut, maka dapat dipastikan bahwa oli motor mengalami penurunan performa. Meskipun belum menempuh interval pergantian.

Encer dan Berwarna Hitam Pekat

Secara umum, oli yang baru memiliki warna biru atau coklat, warnanya memang sedikit pekat namun tak berwarna hitam. Oli dapat berubah warna jadi hitam lantaran terkena zat emisi atau kerak hasil sisa pembakaran dan juga terkena panas. Oli yang sudah menjadi hitam, itu berarti telah terkontaminasi oleh berbagai zat semisal gas NOx, kerak, serta bensin yang tak terbakar. Bila terus dipakai maka masa lumasnya bakall turun dan mesin bakal cepat aus.

Untuk bisa mengetahuinya, kamu bisa mencabut penutup oli di mesin sebelah kanan. Pada stik oli tersebut bakal ada ceceran yang dapat kamu pakai menjadi sample. Bila kondisinya seperti yang telah dijelaskan tadi, persiapkanlah oli yang baru, kamu dapat mengganti oli itu sendiri maupun pergi ke bengkel bila tak mau repot.

Kurangnya Volume Oli

Volume oli mesin di kendaraan bermotor rata-rata dibawah 1 liter [kapasitas dibawah 150cc]. Namun volume itu dapat berubah seiring dengan bertambahnya penggunaan mesin. Kenapa? Karena oli dapat keluar melalui beberapa bagian berikut:

  • Oli dapat menguap ketika terlalu panas, uap oli didalam mesin bakal disalurkan menuju udara [motor karbu] dan biasanya uap ini disalurkan menuju intake manifold [injeksi]. Meskipun penguapannya sedikit tapi lama-lama akan semakin banyak sehingga volume oli dapat berkurang.
  • Oli masuk dalam ruang bakal langsung melewati celah di ring piston. Hal ini terjadi terutama kepada motor yang berumur, oli bakal ikut terbakar serta hasilnya keluar asap putih lewat knalpot.
  • Kebocoran oli. Bagian yang paling rentan mengalami kebocoran oli adalah pada bagian baut penguras oli. Tidak jarang  ditemukan baut yang slek atau dol. Hal ini terjadi lantaran pengencangan dan pembukaan baut yang kurang tepat.

Suhu Mesin Terasa Lebih Panas Daripada Sebelumnya

Selain menjadi pelumas mesin, oli berguna untuk meratakan panas pada mesin. Cara kerjanya adalah dengan menyerap panas di area sumber panas [piston dan blok] kemudian ketika oli bersirkulasi dengan panas yang terbawa oli akan dilepaskan menuju semua bagian mesin yang dilewati.

Ketika kondisi fisik oli mulai memburuk, daya penghantar panas juga akan berkurang. Ini akan mengakibatkan penyebaran panas yang kurang merata sehingga kamu bakal merasakan radiasi panas pada area blok mesin ke arah kaki yang sebelumnya tak terasa.

Transmisi dan Suara Mesin Kasar

Oli tak hanya melumasi part mesin namun juga ikut melumasi bagian transmisi atau gearbox. Karena adanya oli mesin, maka gesekan serta perkaitan di antara roda gigi menjadi lebih lembut. Tapi beda cerita jika oli sudah waktunya diganti. Bila kualitas oli semakin menurun karena sudah periode ganti, maka daya lumas kepada gear transmisi bakal terganggu.

Hal ini mengakibatkan terdengar bunyi kasar ketika mengoper gigi atau saat mesin digas. Bila tanda ini muncul, pastikan kamu mengecek fisik oli.

Kalau Melewati KM 5000

KM 5000 masuk kedalam angka yang jauh, di motor matic justru intervalnya lebih pendek, yakni sekitar 3000 KM. Kenapa cukup dekat masa penggantian olinya?

Hal ini disebabkan oli motor bekerja lebih berat ketimbang mesin mobil. Di mobil, kamu bakal menemukan berbagai jenis teknologi yang mendukung pekerjaan mesin supaya selalu maksimal. Sedangkan pada kendaraan bermotor, mungkin teknologi paling mutakhir ialah injeksi. Sehingga pekerjaan oli pada mesin pun juga masih serupa dengan mesin karburator.

Untuk bisa mengetahui seberapa jauh KM ini, kamu dapat melihat indikator dalam dashboard motor yang terdapat angka selalu bertambah ketika motor berjalan. Namun angka itu bakal bergerak hanya saat motor berjalan saja, sedangkan di jalanan macet tentunya mesin dapat bekerja lebih keras tapi penambakan KM hanya sedikit.

Inilah yang jadi salah satu alasan kenapa oli dapat memperlihatkan tanda-tanda harus segera diganti sebelum mencapai interval penggantiannya. Mengganti oli mesin bisa kamu lakukan sendiri, sebab secara umum cara menggantinya boleh dibilang cukup mudah. Jangan mengisi oli secara berlebihan, sebab itu bakal memperberat kinerja piston di dalam mesin.Nah, demikian penjelasan dan tanda-tanda oli mesin motor perlu segera diganti. Semoga dapat menambah pengetahuan bagi kamu serta bermanfaat untuk kita semua.