Article posted at:
Mei 23, 2019

Pinjam Modal untuk Usaha, Bolehkah?


Satu faktor penting dalam keberhasilan usaha adalah keberadaan modal. Jika tidak ada, apakah pinjam modal ke bank boleh dilakukan?

Pinjam modal untuk usaha sering menjadi pilihan saat ini seiring banyaknya usaha baru yang bermunculan. Banyak keuntungan yang bisa kamu rasakan jika memiliki usaha sendiri. Salah satu contohnya adalah kamu tak perlu menunggu tanggal gajian untuk bisa membeli barang yang diinginkan. Kapan pun kamu bisa membeli barang yang diinginkan karena uang hasil usaha terus mengalir. Memiliki usaha sendiri juga berarti memperkaya diri sendiri. Jika kamu sukses, maka kesuksesan tersebut untuk dirimu sendiri, bukan atasanmu.

Namun, sebelum bisa merasakan semua keuntungan tersebut, kamu harus bisa berpikir bagaimana caranya memulai usahamu sendiri. Satu hal yang tak lepas dari memulai usaha adalah keberadaan modal. Saat ini, banyak yang pinjam modal di bank untuk memulai usaha. Pinjam modal ini berarti kamu berutang pada bank untuk melakukan usaha. Setelah usahamu berjalan lancar, secara berkala kamu harus membayar kembali pinjaman modal yang dilakukan di awal.

Apakah pinjam modal ini boleh dilakukan untuk memulai usaha? Amankah untuk pemilik usaha baru? Yuk, cari tahu!

 

Pinjam modal adalah utang produktif yang menguntungkan

Bila orang zaman dulu berpikir bahwa pinjam modal di bank adalah hal yang sangat dihindari karena takut terlilit utang, maka pola pikir masyarakat zaman sekarang sudah berubah. Pinjam modal di bank boleh dilakukan asal untuk utang produktif yang menguntungkan.

Utang produktif adalah utang yang dilakukan untuk melakukan usaha yang berguna dan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan. Misalnya, kamu pinjam uang ke bank untuk memperbesar usaha kuliner yang dilakukan. Uang pinjaman bank tersebut kamu gunakan untuk membuka kedai di cabang yang baru. Maka bisa dikatakan bahwa utang ini adalah utang produktif karena dengan membuka kedai baru, kamu bisa mendapatkan untung yang lebih besar.

Contoh lain dari utang produktif adalah kamu membeli motor untuk bepergian sehari-hari. Ternyata, lama-kelamaan, motor ini bisa kamu gunakan sebagai modal usaha ojek online. Maka uang pinjaman bank yang kamu gunakan untuk membeli motor ini adalah utang produktif karena menghasilkan keuntungan buatmu.

 

Pinjam uang untuk modal usaha adalah bentuk kerja sama

Selain menguntungkanmu sebagai peminjam uang untuk modal usaha, pinjam modal pada bank sebenarnya menguntungkan dua belah pihak. Kamu untung karena dapat pinjaman uang untuk modal usaha, bank juga mendapat untung karena di akhir kamu memberikan balas jasa dalam bentuk bunga bank. Dengan begitu, baik kamu maupun bank sama-sama mendapatkan keuntungan. Bisa dikatakan ini adalah bentuk kerja sama demi memberikan hasil pada dua belah pihak.

 

Tips aman pinjam uang untuk modal usaha

Sebelum kamu pinjam modal ke bank untuk usaha, ada baiknya kamu pertimbangkan dulu kemampuan finansial dan rincian semua biayanya. Hitung semua biaya yang kamu butuhkan untuk modal. Ketahui berapa bunga yang akan ditetapkan oleh bank untuk pinjamanmu. Perkirakan juga apakah keuntungan yang kamu dapat dari usaha bisa menutupi utang pinjam modal yang dilakukan.

Umumnya, bank tidak dengan mudah memberikan pinjaman modal kepada semua usaha. Hanya usaha yang sudah settled dan terlihat hasilnya sajalah yang berpotensi mendapat pinjaman modal. Sedangkan untuk usaha baru, pinjam modal sedikit lebih rumit karena pihak bank tidak yakin apakah kamu akan mampu membayar kembali uang yang dipinjamkan atau tidak. Jika begini, kamu bisa mencantumkan tabungan pribadi untuk jaminan.

 

Untuk para pemilik usaha baru, pinjam modal di bank memang butuh kehati-hatian dan persyaratan yang lebih rumit. Kamu harus meyakinkan dirimu sendiri dan pihak bank bahwa kamu mampu membayar kembali jumlah uang yang dipinjam. Pastikan juga usahamu berjalan lancar karena jika tidak, kamu bisa jatuh dalam jerat pinjaman utang modal.