Article posted at:
Maret 28, 2021

Cara Aman Melakukan Take Over Leasing


Kebutuhan akan uang maupun modal usaha biasanya akan menjadi alasan bagi banyak orang untuk menjual barang berharga miliknya, tanpa terkecuali dengan mobilnya. Namun, bagaimana jika ternyata mobil yang akan kamu jual merupakan mobil hasil take over leasing? Lalu, apakah bisa dijual? Mengenal Take Over Kredit Apakah kamu pernah mendengar...

take over leasing

Kebutuhan akan uang maupun modal usaha biasanya akan menjadi alasan bagi banyak orang untuk menjual barang berharga miliknya, tanpa terkecuali dengan mobilnya. Namun, bagaimana jika ternyata mobil yang akan kamu jual merupakan mobil hasil take over leasing? Lalu, apakah bisa dijual?

Mengenal Take Over Kredit

Apakah kamu pernah mendengar istilah take over kredit? Pada umumnya, akan sangat jarang sekali orang yang melakukan take over kredit. Hal ini dikarenakan kegunaan dari mobil yang dimaksud masih dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari. Namun, jika memang kondisi sudah memaksa, maka mau tidak mau take over kreditlah yang akan dipilih sebagai solusinya.

Jika dilihat dari definisinya, take over kredit ini bisa diartikan sebagai dimana pembeli akan mengambil alih sisa dari hutang maupun kredit dari pihak penjual, sehingga pihak penjual sudah tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayarkan cicilan dikarenakan sudah dialihkan kepada pihak pembeli. Dengan kata lain, pihak pembelilah yang akan meneruskan pembayaran cicilan mobil dari sang penjual.

Inilah Cara Paling Aman Melakukan Take Over Leasing

  • Pahami Ketentuan Take Over Kredit yang Benar

Sebelum kamu melakukan proses take over kredit mobil, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terkait dengan apa saja ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai hanya karena ketidaktahuanmu akan take over kredit ini, lantas dilakukan tanpa melibatkan perusahaan leasing mobil atau melakukan take over kredit di bawah tangan.

Lantas, apakah yang dimaksud dengan take over kredit di bawah tangan? Take over kredit di bawah tangan merupakan kegiatan yang dilakukan pihak debitur dalam usahanya untuk mengalihkan kewajiban atas pembayaran kreditnya kepada pihak lain. Namun, hal ini dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan leasing.

Hal semacam ini tentu saja dikategorikan sebagai perbuatan yang melanggar hukum. Sebab, mobil yang digunakan tersebut merupakan jaminan hutang dari pihak debitur pada leasing. Jika timbul masalah dikemudian hari, maka perusahaan leasing bisa menggugat pembeli pertama yang tercacat secara sah sebagai seorang debitur untuk memberikan uang ganti rugi. 

  • Lakukan Take Over Kredit Melalui Pihak Bank atau Leasing

Langkah paling aman yang bisa kamu lakukan dalam melakukan take over kredit adalah dengan melakukannya melalui pihak bank atau pihak leasing. Dalam prosesnya nanti, kamu akan menghubungi pihak bank atau leasing yang sudah ditunjuk untuk menyampaikan maksud take over kredit mobil ini.

Nah, nantinya pihak bank atau leasing ini akan melakukan analisis terlebih dahulu terkait dengan kemampuan finansial sang pihak pembeli dalam membayarkan sisa cicilan dari pihak pembeli pertama tadi. Apabila hasil analisisnya jauh dari yang diharapkan, maka pengajuan take over kredit otomatis akan ditolak. Namun sebaliknya, jika pembeli ternyata telah memenuhi persyaratan, maka take over kredit pun bisa dilakukan dengan sejumlah ketentuan dan biaya yang sudah ditetapkan.

Biaya dari take over leasing ini biasanya meliputi biaya asuransi maupun biaya notaris. Jika proses sudah disetujui, dan melakukan pembayaran, maka pihak debitur yang baru bisa menggantikan posisi penjual atau debitur pertama. Langkah selanjutnya akan ditentukan secara langsung oleh pihak bank maupun leasing.

Apabila kamu berencana untuk melakukan take over kredit mobil ini, maka kamu bisa melakukan beberapa hal penting yang juga perlu kamu perhatikan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut;

Pastikan Pembeli Tidak Masuk ke Dalam Kategori Kredit Macet 

Jika kamu bertindak sebagai seorang pembeli, maka sebelum mengambil take over kredit ini pastikan terlebih dahulu bahwa penjual tidak mengalami permasalahan dalam pembayaran iuran kredit mobilnya. Kamu juga harus waspada terkait dengan kemungkinan adanya kredit macet atau denda atas keterlambatan pembayaran dari tunggakan sebelumnya.

Jika ternyata memang masih ada masalah, maka usahakanlah bahwa orang tersebut telah menyelesaikan masalah tersebut lebih dulu, terutama yang terkait dengan segala kewajiban atas tanggungannya tersebut. Apabila ada cicilan yang belum dibayar, maka kamu bisa memintanya untuk membayarkan tunggakan tersebut lebih dulu. Jika ada denda atas keterlambatan pembayaran cicilan, mintalah juga untuk membayarkan beban denda tersebut.

Pentingnya Melengkapi Administrasi Untuk Menghindari Pelanggaran Hukum

Setelah kamu melakukan pemeriksaan riwayat atas kredit penjual, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah memperhatikan kelengkapan dari dokumen-dokumen administrasinya. Periksalah semua secara cermat dan perlahan, jangan sampai ada dokumen yang terlewat kelengkapan dari dokumen yang masih ada keterkaitannya dengan kredit mobil ini juga harus menjadi prioritas utamamu.

Pahami Proses dan Cara Perhiungan Kredit Mobil

Terakhir, jangan lupa untuk membuat langkah antisipasi dengan melakukan perhitungan kredit mobil dan biaya ganti kredit yang akan dikeluarkan nantinya. Apabila pihak penjual memberikan harga yang terlampau tinggi atau sudah diluar kewajaran, maka kamu yang berperan sebagai pihak pembeli pun harus waspada. 

Jika hal ini sampai terjadi, maka selalu upayakanlah untuk melakukan take over kredit dengan nilai yang wajar. Hal ini dilakukan agar kamu yang berperan sebagai pembeli juga tidak merasa dirugikan atas take over kredit mobil ini.Take over kredit mobil saat ini memang mulai ramai dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk menyelesaikan masalah keuangan. Bagi seorang penjual, kebutuhan akan dana cepat biasanya akan menjadi alasan utama dalam melakukan take over leasing mobil ini. Sementara bagi seorang pembeli, melakukan take over kredit mobil ini bisa menjadi sebuah kesempatan untuk mendapatkan mobil tanpa membelinya secara tunai.